Beranda Nusantara
|
|
Liputan Seputar Nusantara
Lagi, DKP Mendorong PEMP Sebagai Solusi Kemiskinan Bima, News Patroli DKP telah berupaya meningkatkan Kemandirian ekonomi pesisir dengan program yang dicanangkannya. Hal ini seiring dengan tujuannya untuk mengembangkan kultur kewirausahaan, penguatan kelembagaan, penggalangan partisipasi masyarakat dan pemberdayaan yang berkelanjutan yang berbasis sumber daya lokal. |
|
Read more...
|
Kandepag kota Bima: Inspektorat Depag pusat akan turun, Oknum guru MIN Tolobali Bima. Tetap Akan, di polisikan Bima. Patroli. Tim Inspektorat Depag pusat bulan Juni ini akan melakukan inspeksi di Depag kota Bima terkait adanya penerbitan SK salah satu oknum guru yang diduga, dengan sengaja memanipulasi surat keterangan (memakai surat keterangan palsu untuk terjaring dalam data base). Walau diyakini, upaya ini melibatkan salah satu oknum wakasek Humas MIN Tolobali, Bima. |
|
Read more...
|
Tumpul, Daya kritis DPRD Kota Bima Kota Bima, Patroli Ketua umum LEMKOMASIR (Lembaga Komunikasi Masyarakat Pesisir), H. Ramli Selim, merasa prihatin dengan kondisi kota Bima saat ini. Politisi di DPRD yang diharapkan untuk berteriak atas kepentingan rakyat, kini diam dan bisu. Kebisuan ini melahirkan berbagai dinamika, antara lain; bocornya dana APBD kota Bima, adalah lemahnya fungsi dari lembaga legislative ini. |
|
Read more...
|
Sesjen Depdagri: Sulut Layak Dirikan IPDN Manado (News) - Sekretaris Jenderal (Sesjen) Departemen Dalam Negeri (Depdagri), Dyah Anggraeni, mengatakan bahwa Sulawesi Utara (Sulut) sangat layak didirikan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) regional, karena segi lokasi dan kesiapan pemerintah daerah semuanya terpenuhi. |
|
Read more...
|
Turis Hongaria Miliki 3,8 Kg GanjaDenpasar - Aparat Reskrim Narkoba Poltabes Denpasar berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba di Kuta, Bali, Minggu (8/6), dan sekaligus menangkap tiga tersangka pelakunya, yakni Nurur Yasin (19), Ida Bagus Manuaba (34) dan Balogh Istvan (29), turis asal Hongaria. Dari tangan ketiga tersangka pelaku ini berhasil disita barang bukti narkoba berupa ganja seberat 3,8 kg. "Kita terus berupaya membongkar jaringan pengedar narkoba lainnya," kata Kepala Poltabes Denpasar Ajun Komisaris Besar I Gede Alit Widana kepada pers, Senin (9/6), di Denpasar. Ia menyebutkan, terbongkarnya jaringan pengedar narkoba ini berawal dari tertangkapnya salah seorang tersangka pengedar narkoba, Eddy Sofyan, beberapa hari lalu. Ketika diperiksa petugas, Eddy Sofyan mengaku memperoleh pasokan ganja dari tersangka Balogh Istvan. Warga negara Hongaria ini sudah sekitar tujuh tahun berada di Bali dan menetap di kawasan Kuta. Polisi menduga Balogh merupakan anggota sindikat peredaran narkoba internasional. |
DPD Laporkan 4 Kasus Korupsi Papua ke KPKJAYAPURA- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua telah melaporkan empat dugaan kasus korupsi di area birokrat pemerintah daerah di Papua kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Kepada wartawan, Senin (9/6) siang di Jayapura, anggota DPD RI Tony Tesar mengungkapkan empat kasus tersebut di antaranya kasus korupsi di Waropen, Boven Digul, Yapen, dan Tolikara. Satu kasus yang sudah masuk tahap penyidikan adalah kasus korupsi milliaran rupiah di Kabupaten Yapen. Kasus korupsi lainnya yang masih dalam penyelidikan saat ini masih ditangani penyidik kejaksaan dan kepolisian. Rombongan DPD RI, Selasa (10/6), akan bertolak menuju Wamena dan Tolikara untuk membahas dalam rapat pleno. Jika layak, akan dilaporkan ke KPK dengan perlu adanya klarifikasi. |
Kasus Pembalakan Liar Diserahkan ke Menko PolhukamPEKANBARU- Persoalan pembalakan liar di Riau saat ini diserahkan kepada Menteri Koordinator Politi, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Meski terjadi mutasi besar-besaran di Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan, tidak berarti proses hukumnya juga berakhir. “Yang berganti kan orangnya, bukan institusinya. Jadi kita tunggu saja hasil kerja Menko Polhukam dan KPK. Mudah-mudahan kasus-kasus pembalakan liar yang di meja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau bisa meningkat dari P-19 menjadi P-21,” kata Mastar, anggota DPRD Komisi A yang membidangi masalah hukum. Mastar berharap kasus pembalakan liar di Riau cepat tuntas, apalagi menjelang pergantian Kepala Polda Riau Brigjen (Pol) Sutjiptadi kepada pejabat yang baru, yang bersangkutan juga menitipkan pengungkapan kasus kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) |
|
Ijin Presiden Belum Turun, Kejaksaan TiarapKini, "Bawahan Terindikasi Korup" Mulai DibidikBima, Patroli. Sangat pantas untuk dicermati, perang urat syaraf antara eksekutif dan aparat kejaksaan sudah mulai digelindingkan. Walau penetapan status yang disematkan Kajati NTB pada walikota Bima, Nurlatif sebagai "tersangka", Namun, hingga kini belum ada kepastian yang jelas aparat Kajati, akan memeriksanya Blunder penetapan status resmi tersangka pada diri Nurlatif sebagai walikota Bima oleh Kajati NTB, hingga kini menjadi polemik yang berkepanjangan. ada apa? Wibawa lembaga hukum Negara selevel Kajati (Kejaksaan Tinggi) yang berkedudukan di kota Mataram kini mulai dipertanyakan dalam penegakan hukumnya. Kini masyarakat kota Bima sangat ragu, pihak Kajati bisa merampungkan berkas dugaan korupsi yang dilakukan oleh walikota Bima Nurlatif. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|