in ,

Pasangan Manula Jual Bensin Eceran Demi Menyambung Hidup, Enggan Mengemis Walau Kesulitan Jalan

Sumber : tribunnews.com

Halo, kali ini kami akan memberikan informasi mengenai Pasangan Manula Jual Bensin Eceran Demi Menyambung Hidup, Enggan Mengemis Walau Kesulitan Jalan

Umur Agus dan istrinya, Hermawati sudah tidak muda lagi. 

Agus saat ini sudah berusia  63 tahun sedangkan istrinya 60 tahun.

Ketika kebanyakan seumuran mereka bisa menikmati hidup dengan santai dan berkumpul bersama anak dan cucu, tidak halnya dengan Agus dan Hermawati.

Pasangan manula ini masih harus terus berjuang menyambung hidup. 

Seharusnya kita malu, melihat mereka yang sudah tidak muda untuk bergerak pun kesulitan tapi mereka tidak memutuskan untuk meminta-minta.

Pasangan suami istri ini memilih berjualan bensi eceran walaupun mereka kesulitan saat bergerak. 

Menggunakan becak motor yang menyerupai gerobak untuk alat transportasinya, botol-botol berisi bensin pun disusun di rak kayu. 

Dia dan istrinya berjualan tidak jauh dari rel kereta dimana tempat dia berada, karena ada beberapa sebab mengapa mereka tidak jauh-jauh.

Pada saat tim menemui mereka, sang nenek sedang tertidur pulas di dalam becaknya.

Sementara sang kakek, Agus sedang duduk menyaksikan lalu kendaraan di siang yang terik.

Tiba-tiba, Agus dipanggil pembeli dari sisi jalan.

Agus pun langsung berdiri dan berjalan pelan agak membungkuk. 

Agus mengatakan kaki kanannya pernah patah.

Setahun yang lalu dirinya jatuh di rel kereta api. 

Baru beberapa bulan yang lalu kaki itu dioperasi.  

“Saya jatuh di rel ketika saya tinggal di rumah yang pernah saya tinggali, tapi baru bisa dioperasi sekarang ini.” tuturnya

Jika hujan turun dan suhu menjadi dingin, kaki kanan Agus  harus diikat dengan kain lebar. 

Tujuannya mengurangi hawa dingin yang menusuk sehingga rasa ngilu yang dirasakan agak berkurang. 

Jika kakinya tidak diikat kain tebal maka dirinya akan kesulitan untuk berjalan, jadi harus diikat.

Dia mengatakan bahwa sekarang istrinya sedang tidak sehat alias sakit.

Memilki penyakit khusus, dia tidak bisa memiliki banyak pikiran.

Bila terlalu banyak pikiran istrinya akan pingsan. 

“Dia memiliki penyakit khusus, kalau banyak pikiran bisa-bisa membuatnya pusing, jadi harus tidak boleh banyak pikiran.”

Selain sakit gula, dia juga sakit pinggang dan pernah dioperasi habis kecelakaan beberapa bulan lalu.

Sekarang dai tinggal di rumah tempat suadaranya berada.

Dulu, dirinya punya pondokan kecil di samping rel kereta api. 

Tetapi, karena pemerintah adakan perbaikan pada rel jadi mau tidak mau rumahnya harus dihancurkan.

Kini dia dan istri menumpang di rumah keluarga sang istri. 

Walaupun sudah digusur, ada bagian rumahnya yang masih bisa dipakai.

Dia bilang kalau dirinya tidak mau dan tidak ingin meminta-minta seperti yang terlihat dijalan, karena dia menganggap dirinya masih kuat untuk bekerja.

Dulu dirinya pernah diusir Satpol PP. 

Namun, saat diusir yang kedua kali, Agus melawan. 

“Nyatanya dulu kami pernah diusir, awalnya kami tidak menyangkal tapi yang kedua kalinya kami harus bertindak. Disini kami mencari nafakah untuk makan dan hidup kami,” 

Agus mengaku dalam sehari biasanya mampu menjual 10 botol bensin.

“Untung yang kami dapatkan tidak menentu. Untung Rp 20 ribu. Terkadang untung segini hanya bsa membeli nasi untuk makan berdua.”

Sekian informasi yang bisa kami berikan mengenai Pasangan Manula Jual Bensin Eceran Demi Menyambung Hidup, Enggan Mengemis Walau Kesulitan Jalan

5 Bantuan dari Pemerintah yang Akan Disalurkan Pada Bulan Desember 2020 Ini