in ,

Peran Masyarakat serta Eksistensi Digital Forensik dalam Memerangi Hoaks

Sumber : tribunnews.com

Saat ini, perkembangan teknologi informasi begitu pesat. Tak bisa disangkal lagi kalau hoax bisa beredar di medsos. Nyatanya kini medsos yang kita gunakan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita palsu.

Ada dua penyebab terjadinya hoax. Pertama, disebabkan oleh argumentasi. Yaa seperti sekarang, selalu dituturkan oleh argumentasi sebagai ekspresi pikiran.

Cara yang dipakai supaya pembaca percaya terhadap satu berita yaitu dengan mengulang-ulang berita tersebut.

Ada juga teori yang nyatanya benar tapi tidak dipercaya, karena apa? karena pembaca melihat siapa yang menyampaikan. Kapabilitas seseorang yang menyampaikan dalam bidang tertentu.

Contohnya yaitu berita palsu yang nyatanya mentri informasi menyebutkan bahwa adanya ratusan berita palsu yang tersebar di medsos tanah air kita. ini merupakan berita palsu yang begitu luar biasa banyaknya terlepas dari alasan si penulis itu membuat.

Karena itu, perlu adanya pihak yang mengawasi oknum yang tidak bertanggungjawab ini dalam penyebaran berita palsu supaya tidak semakin semarak.

Adapun ilmu tersebut berfungsi sebagai media untuk mengetahui tindak ketidak bertanggungjawaban dalam banyak kasus seperti penyebaran berita palsu. Adapun dalam bidang forensik ada berbagai macam ilmu lainnya.

Prosesnya meliputi pengumpulan barang bukti dari tempat perkara tersebut. Selain itu ada dalam ilmu tersebut yang memicu sekali dalam pengungkapan sebuah kejadian pastinya dalam ilmu digital.

Ilmu ini dalam kinerjanya mencakup beberapa bagian yaitu seperti komputer, handphone, perangkat jaringan dan yang lainnya.

Awalnya ilmu ini digunakan untuk mendeteksi perangkat yang bisa menyimpan data digital yang bisa saja digunakan untuk penyalahgunaan ilmu digital untuk menyebarkan berita palsu yang tidak diinginkan.

Keberadaan ilmu ini sangat dibutuhkan karena biasanya tentang itu suka dikunci, disembunyikn, atau yang lainnya.

Bisa kita ketahui ilmu ini bekerja dengan langkah pengumpulan bukti, penganalisisan, dan pelaporan. Hasilnya digunakan sebagai bukti di pengadilan.

Adapun hasil dari ilmu tersebut yaitu berdasarkan pengumpulan, analisis dta, dan juga pengumpulan.

Dengan begitu seorang ahli bisa terbagi menjadi dua kubu yaitu akademis dan ahli praktik.

Secara akademis, berdasarkan konsep keilmuwannya secara ilmiah.

Seseorang yang bisa dikatakan ahli yaitu yang memiliki ilmu dan keahlian.

Nyatanya ilmu ini sebenarnya hanya ilmu pendukung tapi selalu menjadi yang utama untuk menjelaskan kebenarn berita tersebut palsu atau tidak.

Tetapi, masalah yang dihadapi dalam ilmu ini yaitu berkembang peasatnya ilmu digital.

Upaya dalam meningkatkan kepahaman terus meningkat.

Nyatanya dalam menangani berita palsu harus adanya andil dari pihak pemerintah, keluarga dan juga sekolah.

Pertama, pemerintah.

Pemerintah diharapkan bisa mengadakan buku yang bermutu untuk rakyar-rakyatnya; tidak saja buku tentang pelajaran tetapi juga buku tentang ilmu lainnya seperti politik, ekonomi, agama dan lainnya.

Yang kedua yaitu keluarga sekolah

Para guru diharapkan kreatif dalam mengajar.

Jikalau dalam sekolah, untuk memacu kreativitas dalam ajar mengajar, guru bisa mengajar dengan cara dua arah yaitu memberikan tugas secara berkelompok jadi antar siswa bisa saling berdiskusi dengan temannya juga guru bisa memberikan komentar.

Ketiga, pihak keluarga.

Ingatlah bahwasanya pribadi anak dibentuk berdasarkan bagaimana keluarga mendidiknya.

Nyatanya adanya keterbukaan di dalam keluarga serta komunikasi yang terjaga itu bisa menjadi terjaganya keluarga dalam berita palsu.

Dalam hal ini yaitu motivasi, dan pengalaman hidup. Ingatlah, bijak-bijaklah dalam menggunakan medsos, jangan sampai kita terhasut oleh sebuah berita yang kita tidak ketahui benar tidaknya.

Mau tau cara mengenali suatu berita palsu atau tidak? Kenali websitenya, apakah itu website yang populer yang biasa kita kenal atau terasa asing. Tapi website populer pun kadang mengundang berita palsu, jadi bijaklah dalam membaca suatu berita.

Kemudian, tanggal kejadian tidak dicantumkan, tempat kejadian yang tidak jelas, menekankan pada isu SARA yang berlebihan, menyudutkan pihak tertentu, alur ceritanya tidak logis, bahasa yang digunakan sangat emosional dan provokatif, dan anda disarankan untuk mengklik, meng-share dan me-like tulisannya dengan nada yang lebay.

Mengukur Jadi-tidaknya Piala Dunia U-20, Oleh:Yesayas Oktavianus

Bell Rice, Menu Nasi Berbumbu Meksiko Pakai Sambal Korek dari Taco Bell